Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, Tidak Setuju Karst Sangkulirang Mangkaliat Dijadikan Pabrik Semen

LSM PELIK – Sangata, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Mahyudin, menentang atau tidak setuju jika ada pengusaha yang ingin mendirikan Pabrik di Kutai Timur, terutama daerah yang diketahui memiliki potensi menjadi destinasi wisata. Hal tersebut diungkapkan, saat ditemui awak media, pada acara buka puasa bersama 3M (Mahyudin, Mahyunadi dan Marsidik) yang dirangkai dengan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, dirumah kediaman Ketua DPRD Kutim, Mahyunadi di Jalan Hidayatullah, Rabu (21/6/17) yang dihadiri Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Kapolres Kutim AKBP Rino Eko, Dandim 0909/Sangatta Setyo Wibowo, Ketua KONI Johansyah Ibrahim serta ratusan warga Sangatta.

Mahyudin  menegaskan, dirinya tidak menyetujui adanya pabrik semen, seperti Karts disebaran Sangkulirang Mangkaliat maupun di Kabupaten Berau. Dia menilai daerah – daerah tersebut sebaiknya dijadikan sebagai Destinasi Wisata, kerena jika dijadikan Destinasi Wisata, yang malah bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apalagi Karst yang ada di Kutai Timur seperti di Sangklirang, memiliki telapak-telapak jari yang memiliki nilai sejarah luar biasa.

Dia menambahkan, apabila infrastruktur-infrastrukturnya dikelola dengan baik, dan dapat dijual, dirinyab meyakini banyak wisatawan yang akan berkunjung, yang tentnnya akan bisa membawa PAD bagi Kutim.

Ia mencontohkan, seperti di Jakarta yang tidak ada pabrik semen namun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  mencapai 70 Triliun, nilai tersebut merupakan salah satu pendapatan daerahnya melalui orang-orang yang berdatangan di Jakarta.

Untuk itu, lebih jauh Mahyudin mengatakan, jika Kutai Timur cerdas mencari uang, tidak harus menjual tanah air. Cari  duit tidak harus merusak lingkungan, demi anak cucu kedepan, ungkapnya.

(Sumber : rpdkutim.com)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *