Tiga Hari Hilang, Jasad Samuri Ditemukan Mengapung di Sungai Mahakam

Warga Jalan Selamet Riyadi Kecamatan Sungai Kunjang dan kawasan Jalan RE Martadinata Samarinda Ulu Kalimantan Timur mendadak digegerkan penemuan mayat mengapung di Sungai Mahakam Kecamatan Sungai Kunjang, jam 18.00- 18.35 Wita, Sabtu (17/2/2018).

Seorang warga Jalan Selamet Riyadi, Ibenk Ardiansyah (41), merupakan orang yang pertama kali melihat sosok mayat mengapung.

“Jam 17.50 Wita, kebetulan saya melintas menggunakan sepeda mau ke arah Teluk Lerong. Pas pandangan saya ke arah Sungai Mahakam, terlihat ada yang mengapung. Ternyata mayat dekat Dermaga Kapal SPBU Pertamina. Langsung saya melapor ke petugas di pos polisi kawasan pertigaan Muara Sungai Mahakam Jalan Selamet Riyadi,” ujarnya.

Relawan yang membantu evakuasi korban, Haji Udin, langsung berkordinasi dengan sejumlah relawan SAR gabungan untuk membantu evakuasi mayat tersebut.

Belakangan diketahui jasad laki laki tersebut bernama Samuri (56) tahun, karena ada keluarga yang melapor kehilangan.

Sekitar pukul 18.45 Wita, jasad dibawa ke ruang mortuari RSUD Abdul Wahab Sjachranie Samarinda dari dermaga speed Jalan RE Martadinata sekitar 1 KM dari lokasi awal penemuan mayat.

Keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, Tri Adi Kurniawan ( 31), ditemui Tribun Kaltim.co di ruang tunggu Mortuari RSUD Abdul Wahab Sjahranie Jalan Palang Merah Samarinda Ulu membenarkan bahwa jasad yang ditemukan warga adalah keluarganya.

“Bapak Samuri itu masih keluarga, saya keponakannya. Sejak hari Kamis (15/8/ 2018) malam kami sudah melapor ke kepolisian dan menyebar ke medsos bahwa Bapak Samuri( 56) hilang. Bahkan keluarga sampai sekarang ada yang mencari hingga ke Bontang dan Sangatta Kutai Timur,” ucapnya.

Adi, panggilan akrab Tri Adi Kurniawan – warga Jalan Selamet Riyadi Karang Asam, setelah mendapatkan laporan dari warga dan anggota kepolisian, langsung ke lokasi kejadian.

“Tadi siang sepeda motor yang digunakan Pak Samuri sudah ditemukan dekat proyek pembangunan Jembatan Kembar Mahakam. Bapak itu orangnya ceria, tapi gak terlalu banyak omong. Gak ada riwayat sakit. Saya mengenali jasadnya meskipun kondisi sudah membusuk, dari Kartu Identitas KTP-nya. Kami kini masih merencanakan pengurusan jenazah,” jelasnya.

(Sumber : kaltim.tribunnews.com)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *