Terpidana Buronan Korupsi Alat Kesehatan Siap Masuk Lapas Samarinda

LSM PELIK – Samarinda, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Samarinda, Darwis Burhanuddin sedang menginterogasi terpidana Abdul Jamal Balfas, terkait pengadaan alat kesehatan jenis multi slice computerised tomography (MSCT) scan 64 slice di RSUD AW Sjahranie, yang berhasil ditangkap di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Timur, Minggu (21/5/2017).

Setelah tiga hari mengintai gerakan buronan terpidana korupsi AJB (Abdul Jamal Balfas), Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Samarinda, berhasil menangkap di kediamannya di perumahan Kelapa Gading, Jakarta Timur tanpa perlawanan.

Berdasarkan hasil Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung, AJB terbukti korupsi penggelembungan pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie, senilai 6,6 miliar tahun anggaran 2006-2007.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Samarinda, Darwis Burhanuddin, menegaskan akan langsung menahan terpidana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Samarinda.

AJB terbukti melakukan mark up pengadaan alat kesehtan jenis multi slice computerised tomography (MSCT) scan 64 slice.

“Siang ini saya bawa ke Balikpapan dan langsung ke Lapas Samarinda,” tegas Darwis, sebelum terbang ke Balikpapan, Minggu (20/5/2017) siang.

Terpidana AJB menjabat sebagai Direktur PT Poros Utama. Perusahaan itu memenangkan tender proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) jenis multi slice computerised tomography (MSCT) scan 64 slice di RSUD AW Sjahranie senilai Rp 20 miliaran. Dana itu bersumber dari APBD Kaltim tahun 2006-2007.

Perkara itu diusut Kejati Kaltim, saat dipimpin Kajati Kaltim, Dachamer Munthe dan Asisten Pidana Khsusus Baringin Sianturi. Berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kaltim, harga standar alkes untuk foto jantung itu diperkirakan sekitar Rp 12,3 miliar.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *