SADISNYA..!! Pelaku Ini Tenang saat Gorok Istrinya

LSM PELIK – Balikpapan, Novi Dwi Kusuma (28), tersangka pembunuhan istrinya sendiri, kemarin (6/7) menjalani proses reka ulang. Mengenakan seragam tahanan Mapolres Balikpapan, Novi dibawa ke dalam ruang Jatanras Polres Balikpapan. Tampak tenang dengan penjagaan ketat kepolisian, sejumlah adegan dilakukan dari pukul 10.00 Wita.

Sebanyak 25 adegan dimainkan. Adegan pertama dimulai dari tersangka dan istrinya, Zubaidah sedang berjualan sate hingga Sabtu (10/6) dini hari. Pasangan itu lantas pulang. Di depan rumah korban di Jalan Mulawarman, Perum Daksa RT 10, Gang Arjuna, Sepinggan, Balikpapan Selatan, Novi ingin menginap untuk semalam. Namun permintaan itu ditolak. Novi kembali ke indekosnya.

“Setelah di indekos, tersangka mengirimkan pesan via BBM. Namun tidak direspons korban. Tersangka lalu keluar kos dan mengecek keberadaan teman pria yang selama ini diduga sebagai selingkuhan istrinya. Dia lihat pria tersebut sedang memainkan hp dan menggunakan headset. Jadi tersangka curiga, istrinya sedang selingkuh,” ujar Kanit Reskrim Polres Balikpapan, Ipda Dian Kusnawan yang memimpin proses rekonstruksi.

Adegan berlanjut. Novi datang ke rumah istrinya. Mengintip lewat lubang pintu, dia melihat Zubaidah sedang tertidur di kasur. Novi lalu masuk lewat pintu belakang. Dia duduk di kursi di samping istrinya tidur. “Kok saya kamu remehkan. Padahal saya suamimu,” ucapnya dibakar api cemburu.

Menuju dapur, Novi mengambil sebilah pisau di laci meja dapur kemudian kembali ke samping istrinya. Dengan tenang, di adegan 14, tersangka menggorok leher istrinya satu kali. Tidak puas, dia kembali menggorok istrinya tiga kali lagi sambil menjambak rambut korban. Tidak ada teriakan saat kejadian. Istrinya tergolek tewas dengan darah membanjiri kasur.

“Tersangka menghabisi korban dengan menggorok leher sebanyak empat kali. Setelah itu dia langsung pergi ke dapur untuk mencuci pisau dan kembali untuk mengepel jejak darah dengan kaus anaknya. Kemudian tersangka kembali ke indekosnya,” kata Dian.

Novi pun ditangkap usai penemuan mayat korban. Lantaran kecurigaan keluarga korban karena selama ini pasangan siri tersebut sedang cekcok hingga pisah ranjang. “Semua fakta dalam reka ulang sudah sesuai antara keterangan saksi dan tersangka. Tidak ditemukan fakta baru. Untuk sementara motifnya dendam dan masih dikembangkan apakah terencana atau tidak,” pungkasnya.

Selama rekonstruksi berlangsung, Novi selalu dikawal ketat. Apalagi saat keluarga korban datang sebagai saksi mengikuti jalannya reka ulang. Tersangka di bawa ke dalam ruang kanit dengan penjagaan ketat. Bahkan untuk menghindari hal yang tak diinginkan, petugas sebelumnya juga menggeledah keluarga korban.

Begitu juga saat proses reka ulang selesai, keluarga korban diminta menjauh dan masuk ke dalam salah satu ruangan. Novi sempat membalikkan badan begitu tahu keluarga korban di dekatnya. Dengan wajah ketakutan, pria itu menunduk tidak ingin dilihat.

(Sumber : kaltim.prokal.co)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *