Rawan Disalahgunakan, Data Warga Yang Abu-abu Harus Tuntas Sebelum Pilgub

Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim mendatang, ada sebanyak 150 ribu data warga di Kota Samarinda yang masih abu-abu.

Hal ini terungkap dalam Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda dengan 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 13 rumah sakit, klinik bersalin tentang Pemanfaatan Data Kependudukan untuk Pelayanan Publik digelar di Rumah Jabatan Walikota Samarinda, Jalan S Parman, baru-baru ini.

Disebutkan dalam kesempatan tersebut, jumlah penduduk Kota Samarinda berdasarkan data layanan publik mencapai 924ribu jiwa.

Namun bicara data bersih, atau data yang akan digunakan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim dan Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang, jumlah penduduk Kota Samarinda hanya 766 ribu jiwa saja. Dengan kata lain masih ada 150ribu data warga yang perlu diverifikasi.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Datu Hairil Usman kepada Tribunkaltim.co, Rabu (10/1/2018), adanya selisih seperti ini menurutnya tidak bisa dipandang sebelah mata, dan sangat rawan disalahgunakan. Apalagi, kata dia, jumlah selisih juga cukup besar.

Hairil, yang pernah menjabat sebagai Ketua RT di seputaran Mesjid Islamic Center mengaku punya pengalaman terkait adanya perbedaan data, pada saat Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Samarinda tahun 2015 lalu.

Saat itu, kata dia, ada sebanyak 60 warganya yang sudah pindah ke daerah lain, tapi masih terdaftar sebagai pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Selain itu, data beberapa warga yang sudah meninggal dunia juga masih ada di DPT.

“Ternyata belum dihapus. Kalau mau digunakan, bisa,” ujarnya.

Dia berharap agar semua pihak khususnya Kecamatan hingga ke tingkat RT harus bekerja maksimal. Verifikasi data-data warga ini menurutnya harus tuntas sebelum PilguB Kaltim digelar.

“Kalau ada yang sudah meninggal, sudah pindah langsung dihapus saja,” ujarnya.

(Sumber : kaltim.tribunnews.com)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *