Penyidik Telusuri Dalang Korupsi Hibah Rp 18 M, BPK Temukan Kejanggalan

LSM PELIK – Samarinda, Rasuah hibah di tiga yayasan pendidikan di Sendawar, Kutai Barat (Kubar) menyerempet Pemprov Kaltim yang notabene penyalur hibah. Dua tersangka berinisial TS dan F pun telah ditetapkan Kejari Sendawar, Kutai Barat, selepas gelar perkara di Kejari Kaltim, Rabu (19/7).

TS merupakan ketua dari tiga yayasan penerima hibah. Yakni Yayasan Sekar Alamanda, Yayasan Permata Bumi Sendawar, dan Yayasan Sendawar Sejahtera. Sementara F merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Biro Kesejahteraan Rakyat (eks-Biro Sosial) Setprov Kaltim yang memverifikasi pengajuan hibah tiga yayasan milik tersangka TS. Kejati Kaltim menengarai kerugian hingga total loss atau senilai hibah yang diterima pada 2014 lalu sebesar Rp 18,4 miliar.

Kendati begitu, kejaksaan yang berkantor di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang tersebut mensupervisi Kejari Sendawar untuk mencari opini pembanding untuk menentukan kerugian negara ketika perkara ini siap digulirkan. “Meski penyidik bisa menghitung kerugian sendiri. Tapi tetap perlu opini lain sebagai pembanding,” tutur Kajati Kaltim, Fadil Zumhana kepada Kaltim Post, kemarin (20/7). Opini pembanding itu ditempuh lewat audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kaltim. Saat ini, sambung Fadil, penyidikan masih berjalan dan pemeriksaan tersangka tengah ditempuh penyidik.

Kasus yang dipantaunya ini masih berpedoman penyelidikan. Lalu bagaimana soal bangunan yang sudah dibangun meski belum rampung? Mantan direktur penyidikan Kejagung RI ini mengaku menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Kejari Sendawar. “Sejauh ini pedoman kerugian negara karena tak ada LPj (Laporan pertanggungjawaban). Kita tunggu saja hasil penyidikan kejari. Kalau sudah ada hasil baru bisa diketahui taksiran kerugiannya,” ulasnya.

Diketahui, hibah senilai Rp 18,4 miliar sempat masuk dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim periode 2012-2013. Dengan rincian dana hibah yang diterima, untuk Yayasan Sendawar Sejahtera senilai Rp 7,95 miliar, Yayasan Sekar Alamanda sebesar Rp 6 miliar, dan Yayasan Permata Bumi Sendawar sekitar Rp 4,45 miliar. Kala itu, auditor independen yang berkantor di Jalan M Yamin, Samarinda Ulu, memeriksa adanya pengembalian hibah ke kas negara dari dua yayasan penerima bantuan tersebut mencapai Rp 5,81 miliar.

Dua yayasan itu, Sekar Alamanda dan Permata Bumi Sendawar dengan pengembalian masing-masing sebesar Rp 4,355 miliar dan Rp 1,455 miliar. (lihat grafis). Untuk Sekar Alamanda misal, dari LPj yang divalidasi Inspektorat Wilayah (Itwil) Kaltim, jika berpedoman pada pengembalian, semestinya dana yang harus dipertanggungjawabkan sebesar Rp 1,6 miliar. Namun dari bukti yang dilampirkan penerima justru bernilai total Rp 2,2 miliar.

Sementara Permata Bumi Sendawar, semestinya melaporkan setelah pengembalian itu sebesar Rp 3 miliar namun jumlah dalam LPj justru tidak sinkron dan kurang Rp 1 miliar. Jika dua yayasan ini mengembalikan, Yayasan Sendawar Sejahtera justru mengalami kelebihan besaran realisasi hingga Rp 653 juta dari dana hibah yang diterima. Peruntukannya dituju pada peningkatan SDM, pengadaan perlengkapan sekolah dan pembangunan gedung yayasan.

Karena adanya ketimpangan dalam LPj dan besaran yang semestinya dikembalikan, BPK saat itu berpedoman jika masih tersisa Rp 13,8 miliar yang dipertanggungjawabkan ketiga yayasan itu. Kamis (20/7), Kaltim Post berupaya mengonfirmasi TS, penerima hibah yang ditetapkan tersangka. TS merupakan ketua di tiga yayasan tersebut sekaligus salah satu petinggi di STIENAS Colorado di Jalan WR Soepratman, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Samarinda. Ketika awak media ini menyambangi STIENAS Colorado, tak ada siapa pun di ruang tunggu, beberapa orang yang dikonfirmasi media ini enggan menjawab pertanyaan yang dilontarkan.

“Ke yayasan saja langsung mas,” ucap pria berperawakan kurus itu sembari meninggalkan awak media ini. Sementara kontak seluler TS yang diperoleh tak memberi hasil apapun. Panggilan atau pesan pendek yang dikirim tak bersambut dari pemilik nomor hingga berita ini dimuat. 

(Sumber : prokal.co)

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *