Mulut Jembatan Bakal Diportal, Jangan Ada PKL di Jalur Menuju Mahkota II

LSM PELIK – Samarinda, Uji coba Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II selama tiga pekan dipastikan akan menyedot perhatian publik. Hanya, yang menjadi perhatian adalah jalur pendekat yang belum memadai.

Untuk bisa mengakses Jembatan Mahkota II dari kawasan Sambutan, masyarakat tidak punya banyak pilihan jalur. Paling mungkin melalui Jalan Otto Iskandardinata, Sungai Dama, Samarinda Ilir. Sedangkan hingga kini kawasan tersebut terkenal padat lalu lintas.

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang berharap agar jalur menuju Jembatan Mahkota II bisa disterilkan. Terlebih dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL). “Tidak hanya di sekitar Sungai Dama, PKL juga tidak boleh beraktivitas di sekitar jembatan,” ucap dia.

Sementara itu, arus lalu lintas di kawasan tersebut juga akan dipantau. Seperti diketahui, berdasarkan izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hanya kendaraan bertonase rendah yang boleh melintas selama masa uji coba, seperti roda dua dan empat.

Memastikan proses uji coba sesuai aturan, Jaang mengisyaratkan memasang portal di mulut jembatan. “Inginnya bisa dibuka hari ini (kemarin). Namun dari tim teknis masih meminta waktu agar dapat membuat portal dan pemasangan kamera pengawas,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) ditugaskan untuk mengawal proses uji coba agar sesuai ketentuan. Salah satunya memastikan agar tidak terjadi kepadatan selama kendaraan melintas di jembatan. “Personel kami sudah siap. Sudah saya koordinasikan juga dengan Satlantas Polresta Samarinda,” ungkapnya.

Dia ingin selama proses uji coba, penjagaan bisa dilakukan sepanjang waktu. “Kalau perlu dibikinkan dua sif jaga. Masih akan kami atur,” tutupnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Jembatan Mahkota II akan dibuka mulai Rabu (21/6) hingga dua pekan setelah Idufitri. Lantaran berstatus uji coba, hanya kendaraan bertonase rendah yang diperkenankan melintas di sana. Sementara itu, waktu operasional hanya pada 6.00­–18.00 Wita.

Hingga kini pemkot belum mendapat sertifikat layak fungsi dari Kementerian PUPR lantaran terdapat beberapa hal yang belum dilengkapi. Salah satunya sensor kabel jembatan yang hingga kini masih dalam proses lelang.

(Sumber : Prokal.co)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *