Menlu RI dan Sekjen PBB Minta Dunia Bantu Rohingya

LSM PELIK – Jakarta, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres meminta masyarakat internasional untuk membantu penyelesaian masalah pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan militer Myanmar.

“Penting sekali bagi dunia internasional untuk membantu penyelesaian masalah pengungsi,” ucap Retno melalui keterangan tertulis yang diperoleh CNNIndonesia.com Kamis (28/9).

“Dan Sekjen PBB mengapresiasi kontribusi dan kerja sama Indonesia dengan PBB selama ini dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global, termasuk krisis di Rakhine.”

Hal itu disepakati ketika keduanya bertemu di sela rangkaian sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (26/9).

Kekerasan pecah setelah bentrokan antara kelompok bersenjata dan militer Myanmar akhir Agustus lalu menyebabkan ratusan ribu pengungsi Rohingya melarikan diri ke Bangladesh serta sejumlah negara lainnya. Selain itu, krisis kemanusiaan ini diperkirakan telah menelan 1.000 jiwa.

Kepada Guterres, Retno menjelaskan tentang upaya diplomasi Indonesia untuk mempercepat penyelesaian masalah tersebut dan hasil kunjungannya ke Myanmar serta Bangladesh sekitar awal September lalu.

Dia menjelaskan bahwa sejauh ini Indonesia telah menyalurkan serangkaian bantuan kemanusiaan baik bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh maupun masyarakat terdampak krisis di Myanmar.

Indonesia, tuturnya, memanfaatkan jalur melalui tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk menyalurkan bantuan dan meredakan ketegangan di Rakhine.

“Penting sekali dilakukan upaya untuk menghentikan ketegangan antarmasyarakat yang cenderung meningkat ini. Sebab, ketegangan ini memperlambat upaya distribusi bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu, Retno turut memaparkan perkembangan pembahasan isu di Rakhine dalam tingkat regional khususnya ASEAN.

“Ketua ASEAN saat ini [Filipina] telah mengeluarkan Chair’s Statement mengenai isu di Rakhine State dalam pertemuan informal para menlu pada akhir pekan lalu. Ini menunjukkan perhatian ASEAN kepada isu kemanusiaan di Rakhine State dan kesiapan ASEAN melalui AHA Center untuk menyalurkan bantuan,” papar Retno.

Selain isu Rohingya, Retno juga menyatakan dukungan Indonesia terhadap reformasi PBB yang dianggap sangat diperlukan untuk membuat lembaga internasional itu semakin efektif dalam menjaga perdamaian dunia.

“Tantangan dunia telah semakin kompleks, memerlukan PBB yang lincah dan responsif sehingga Indonesia mengharapkan Sekjen PBB dapat memajukan upaya reformasi ini.”

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *