Maut di Jembatan Mahulu, ABG Tewas “Tanduk” Trotoar Jembatan

LSM PELIK – Samarinda, Sepinya lalu lintas kendaraan di Jembatan Mahakam Hulu (Mahulu) membuat siapa saja yang melintas tak segan memacu laju motornya.

Salah satunya yakni remaja perempuan berusia 15 tahun berinisial AF yang mengendarai motor Honda Supra dengan nopol KT 4255 NR warna hitam seorang diri, Senin (16/10) lalu pukul 19.00 Wita.

Namun nahas laju motor yang ditungganggi remaja berstatus pelajar warga Jalan Tanjung Sari, RT 24, Kilometer 2, Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) itu malah membuatnya tewas di tengah jembatan yang menghubungkan Loa Buah dan Sengkotek.

Kejadian lakalantas yang dialami AF, kontan menjadi perhatian sejumlah pengguna jalan lainnya karena ketika itu AF yang mengendarai motor tanpa mengenakan helm standar mengalami luka parah di kepala dengan darah keluar dari hidung dan telinga.

Tubuh tak bernyawa AF langsung dilarikan ke RSUD IA Moeis dengan bantuan pikap warga. Jasadnya pun langsung dibawa ke kamar jenazah setibanya di rumah sakit.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Boney Wahyu Wicaksono, melalui Kanit Lakalantas, Ipda Heru Utomo menerangkan, AF yang mengendarai motor seorang diri melintas dari arah Loa Buah menuju Sengkotek.

“Informasinya dia (AF, Red) hendak pulang usai mengantar orangtuanya bekerja, namun ketika di pertengahan jembatan dia hendak mendahului motor di depannya dari kanan, namun dari arah berlawanan ada mobil yang melintas sehingga dia membanting kemudi ke kiri dan membentur bagian belakang motor yang hendak didahuluinya,” terang Heru.

Brakkk, AF terjatuh begitu pula motor yang disenggolnya. Namun tragis yang dialami AF, kepalanya membetur trotoar jembatan dan seketika tewas di tempat kejadian.

“Sementara yang disenggol tak mengalami luka apapun meski juga ikut jatuh,” ujar Heru. Ketika jasad AF dibawa ke rumah sakit, anggota Unit Lakalantas mendatangi tempat kejadian untuk melakukan olah TKP dan menyita barang bukti motor serta mengecek kondisi jasad AF.

“Ini peringatan bagi orangtua agar tidak mengizinkan anak-anak di bawah umur mengendarai motor karena akibatnya seperti yang dialami AF. Apalagi ketika kejadian AF tak mengenakan helm sebagai pelindung kepala yang wajib dikenakan untuk mengurangi risiko cedera parah ketika terjadi kecelakaan,” pungkasnya.

(Sumber : samarinda.prokal.co)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *