Maling ala “MacGyver” Raup Ratusan Juta

LSM PELIK, Samarinda – Masih ingat dengan aktor film serial MacGyver yang mampu membuka semua pintu yang terkunci? Nah, Yudi Efendi alias Yudi punya cara sendiri untuk membobol pintu bangsal yang menjadi sasaran pencuriannya.

Bukan dengan obeng atau kawat, tapi pria 34 tahun itu memanfaatkan 180 anak kunci berbagai jenis dan merek untuk dapat membuka pintu maupun gembok yang terkunci.

Meski terdengar tak wajar karena lubang dan anak kunci berbeda-beda, namun buktinya warga Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Gang 12, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir itu dapat membobol 16 bangsal warga di wilayah hukum Polsekta Sungai Kunjang.

Pencurian dengan modus mencocokkan lubang kunci dengan anak kunci itu rupanya telah dilakoni Yudi sejak Juni 2017. Dipastikan ratusan juta rupiah telah dikantongi “MacGyver” yang terakhir beraksi Minggu (19/11) lalu di dua bangsal di Jalan MT Haryono, Kecamatan Sungai Kunjang.

Dari kedua bangsal yang kosong tersebut uang tunai Rp 35 juta dan sejumlah barang berharga yang merupakan barang elektronik berhasil digasak Yudi.

Entah berapa persisnya total angka hasil kejahatan Yudi yang juga sempat beraksi di Jalan Rapak Indah, Kecamatan Sungai Kunjang dan menggasak uang tunai Rp 10 juta.

“Dan masih banyak lagi hasil curiannya yang lain namun masih kami rinci,” beber Kapolsekta Sungai Kunjang, Kompol Apri Fajar Hermanto, melalui Kanit Reskrim, Ipda Suyatno kepada awak media kemarin.

Melakukan pencurian tanpa meninggalkan jejak karena merusak pintu dan jendela bukan perkara sulit bagi Yudi. Mantan narapidana (Napi) kasus penadah barang curian yang dihukum 1 tahun penjara 2015 lalu itu, cukup hanya dengan melihat merek gagang pintu atau gembok.

“Jadi dia (Yudi, Red) tinggal mencocokkannya. Kan banyak kunci yang dimiliki baik jenis dan mereknya semua ada,” tutur Suyatno.
Bahkan Yudi pun tak perlu waktu lama untuk mencocokkan lubang gagang pintu dengan anak kunci “master” yang dimilikinya.
“Dia bisa beraksi kurang dari 20 menit untuk empat pintu (bangsal, Red). Bahkan waktu tersebut sudah termasuk dengan menjarah dan meninggalkan TKP,” ujar Suyatno.

Namun sepak terjang Yudi sebagai pencuri “ahli” kunci berakhir setelah Unit Reskrim Polsekta Sungai Kunjang berhasil mengenali dirinya berdasarkan rekaman Close Circuit Television (CCTV) dari salah satu TKP terakhir yang ia satroni.

“Dia kami tangkap Selasa (21/11) lalu di rumahnya menjelang Magrib. Ketika itu dia selesai salat, dan dia mengaku sudah tahu sedang dicari-cari polisi,” ucap Suyatno.

Lantas dari mana anak kunci sebanyak itu diperoleh Yudi. Bapak dua anak itu mengaku diperolehnya dari tempat pembuangan sementara (TPS) sampah.

Pengakuan Yudi itu tentu berbeda dengan polisi yang menyatakan ratusan anak kunci pintu rumah maupun gembok tersebut diperoleh dengan cara dibeli serta didapat ketika menyatroni bangsal korban-korbannya.

“Saya dapat di sampah. Awalnya saya coba-coba di gembok rumah dan ternyata bisa,” aku pria bertubuh gempal itu.

Sering menjawab pertanyaan polisi karena sebelumnya sempat tersangkut sejumlah kasus serupa namun lolos karena jumlah kerugian dibawah ketetapan Peraturan Mahkamah Agung (Perma), membuat Yudi banyak berkilah. Termasuk ketika ditanya mengenai ide melakukan pencurian dengan modus menggunakan kunci duplikat.

“Saya cuma coba-coba saja karena cocok jadi saya sekalin saja mencuri. SEingat saya cuma ada enam rumah yang sudah saya masuki,” ujarnya. Yudi boleh saja berkata demikian namun faktanya sudah ada delapan korbannya yang datang dan membuat laporan resmi di Polsekta Sungai Kunjang.

“Ada 16 TKP tentu laporannya juga ada 16. Namun karena banyak korban yang sudah pindah serta kerja di luar kota, jadi yang melapor baru delapan dan sore nanti (kemarin, Red) rencana anak ada dua warga lagi datang melapor,” pungkasnya.

(Sumber : samarinda.prokal.co)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *