KSAD Tutup TMMD di Kawasan Perbatasan RI-Malaysia

LSM PELIK – Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono, secara resmi telah menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98 tahun 2017 di kawasan perbatasan Long Bagun Ulu, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur.

Acara berlangsung di tengah lapangan terbuka melalui gelaran upacara yang melibatkan juga warga masyarakat setempat, Kamis (4/5/2017) pagi.

Sebelum melangsungkan upacara, KSAD Mulyono bersama Kapolda Kaltim Syarifudin begitu mendarat di Long Bagun menggunakan helikopter, langsung diajak ke lamin adat Long Bagun untuk dilakukan prosesi tepung tawar.

Kedatangan KSAD diiringi musik adat Dayak Long Bagun juga disambut anak-anak sekolah dasar sambil mengibarkan bendera merah putih berukuran mini.

Singkat cerita, sekitar pukul 10.21 Wita di lapangan upacara KASAD memberikan pidato penutupan TMMD yang kala itu dipayungi cuaca cerah berselimutkan sinar matahari.

Saat itu ia ungkapkan, program TMMD merupakan wujud kerja sama antara TNI, Polri dan rakyat membangun semangat kemanunggalan demi tujuan kesejahteraan.

“Saya sampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur, Bupati dan semua elemen masyarakat yang mau bahu-membahu, saling mendukung,” ungkap Kasad Mulyono.

Kata Mulyono, kegotong-royongan atau kemanunggalan TNI Polri bersama rakyat merupakan roh bangsa yang memperkuat negara.

Dan gotong-royong itu adalah ciri khas kebangsaan Indonesia yang mesti dipertahankan, menjadi pegangan teguh.

“Bisa membentengi diri kita dari disintegrasi bangsa. Kita jangan terhasut akan perpecahan bangsa ” kata Kasad Mulyono.

Sebab tambah dia, sekarang ini telah ada gejala yang membahayakan kehidupan bangsa.

Fenomena ini disebut Proxy War, upaya menghancurkan negara tidak menggunakan perang militer namun melalui pihak ketiga.

“Kebangkitan komunisme, tindakan radikal aksi terorisme, narkoba, cara-cara untuk hancurkan negara atau proxy war,” tuturnya.

Melihat sejarah, TMMD merupakan kelanjutan dari era sebelumnya yang saat itu disebut ABRI masuk desa yang telah berlangsung sejak tahun 1980-an.

Program yang telah berjalan kemudian dievaluasi. Seperti halnya kini telah melibatkan kementerian terkait. Lalu yang biasanya digelar dua kali dalam setahun sekarang menjadi tiga kali setahun.

Untuk tahun ini saja, telah ada 357 sasaran fisik di berbagai wilayah Kodam, yang menggarap berbagai infrastruktur. Di antaranya membuka jalan raya, rehabilitasi jalan, pelebaran jalan, membuat jembatan, ciptakan tanggul, menggarap gorong-gorong dan fasilitas rumah ibadah.

Kasad Mulyono berharap, hasil karya cipta dari program TMMD bisa bermanfaat banyak bagi semua pihak sebab membuka keterisolasian warga. Dan tentunya juga bisa menjaga dan merawatnya supaya bisa digunakan dalam jangka panjang.

(Sumber : kaltim.tribunnews.com)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *