Kerangka Terserak di Antara Ilalang

LSM PELIK – Samarinda, Wahadi (45) dapat pekerjaan membersihkan lahan milik pemerintah di jalan poros Samarinda-Bontang, RT 12, Tanah Merah, Samarinda Utara, Selasa (26/9). Hanya, baru sebentar berjalan, aktivitas memotong rumput itu terhenti. Dia bergidik setelah mendapati seonggok kerangka terserak di antara rerumputan. Makin terasa ngeri ketika mengetahui tulang itu adalah milik manusia.

Kerangka itu teronggok di dekat sebuah pohon besar. Lengkap dengan pakaian terakhir si jasad: kaus biru dan celana panjang hitam. Selain itu, terdapat sepasang sandal kulit warna hitam, topi, dan losion antinyamuk yang telah terbuka.

Mendapati hal tersebut, Wahadi lantas menghubungi kenalannya di Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah. Setelah sekian waktu menunggu, ternyata rekannya datang ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama anggota Polsekta Samarinda Utara.

Selain menemukan tulang, Wahadi mendapati seutas tali menjuntai di pohon dekat kerangka ditemukan. Tidak lama kemudian, kawasan tersebut telah ramai oleh warga sekitar yang penasaran dengan temuan kerangka tersebut. “Pertama yang terlihat adalah kaki yang terbungkus celana,” ucap Wahadi.

Awalnya, dia mengira itu adalah kerangka dari bangkai binatang. Dia baru yakin itu tulang manusia setelah melihat gigi di tengkoraknya. “Anehnya, jaraknya tak jauh dari jalan utama, tapi tidak ada aroma tak sedap,” sebut Wahadi. Ditambah, sebulan terakhir, dia kerap bekerja di sekitar lahan tersebut. Namun, tak pernah mencium aroma dari jasad yang membusuk.

Dari olah TKP, kepolisian menduga, jasad tersebut berjenis kelamin laki-laki. “Belum bisa dipastikan penyebab kematiannya,” sebut Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara Iptu Wawan Gunawan. Kerangka itu lantas dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie untuk diperiksa forensik.

Kepolisian pun melingkari TKP dengan garis polisi. Ada pula beberapa petugas lain yang berpakaian sipil. Mereka masuk ke kawasan lokasi tambang untuk mencari petunjuk. “Karena ada jalur hauling, kami coba telusuri dulu. Siapa tahu ada titik terang berhubungan dengan temuan ini,” jelas Wawan.

(Sumber : kaltim.prokal.co)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *