GAWAT..!!! Pilgub Kaltim Terancam Batal

LSM PELIK – Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 tampaknya bakal terancam batal. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kaltim tetap bersikukuh, tak mau menyetujui angka Rp 250 miliar yang ditetapkan oleh Pemprov dan DPRD Kaltim untuk pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Ketua KPUD Kaltim, Mohammad Taufik mengatakan, KPUD bersepakat tidak berani menggunakan dana itu karena sudah dipastikan tidak akan mencukupi hingga tahapan pilgub selesai. Ketika tahapan tidak selesai, maka yang disalahkan atau melanggar aturan adalah penyelenggaranya dalam hal ini KPUD.

“Daripada tidak cukup, kami nanti melanggar aturan, ya lebih baik tidak usah. Terus terang saja, kami pun heran ini pemprov-DPRD kok tetap memberikan Rp 250 miliar. Padahal, kami ‘kan sudah memberikan rinciannya bahwa paling mentok itu adalah Rp 356 miliar. Makanya kami masih tidak mau lah,” kata Taufik.

Menurutnya, pemangkasan dana Pilgub Kaltim sangat besar yakni mencapai Rp 106 miliar. Tentu hal itu berimbas pula kepada pemangkasan beberapa tahapan pilgub.

“Sudah saya katakan tadi, kalau juga tahapan pilgub itu tidak selesai, ya ngapain kita setujui? Ya, ‘kan? Kami ini melaksanakan undang-undang secara utuh, termasuk pilgub itu. Kalau tidak secara utuh ‘kan berarti pelanggaran. Nah, daripada jadi pelanggaran, ‘kan lebih baik sejak dini kami tolak,” ujarnya.

Pada prinsipnya, dikatakannya, KPUD secara kelembagaan sangat siap menjadi penyelenggara Pilgub Kaltim 2018. Permasalahan dana memang menjadi hal yang paling prinsip di antara hal prinsip lainnya. Jika kemudian dana itu tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, maka tentu menghambat semuanya.

“Kalau kami ditanyakan siap, ya dari dulu sangat siap. Tapi kami ‘kan bukan penentu anggaran atau dana pilgub itu. Nah, artinya yang tidak siap siapa? Bukan kami ‘kan? Anda paham sendirilah, tidak perlu saya sebutkan,” ujarnya dengan tegas.

Dia berharap, dalam beberapa hari ke depan masih ada sisa waktu untuk pemprov-DPRD mempertimbangkan persetujuan dana pilgub Rp 250 miliar tersebut, membandingkannya dengan rincian yang diajukan KPUD.

“Dilihat sendiri lah rincian kami itu. Saya pikir tidak ada lah kami sampai informasinya hanya mau mengejar proyek. Rincian itu murni, pilgub terselenggara sukses dan lancar sampai selesai,” tandasnya.

(Sumber : prokal.co)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *