Demi Dapat Adipura, Satpol PP Samarinda Tertibkan PKL

LSM PELIK – Samarinda, Akhir-akhir ini Satpol PP Kota Samarinda tengah gencar menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL), yang berjualan tidak sesuai tempatnya.

Sabtu (7/10/2017) malam kemarin, Satpol PP kembali turun ke jalan, guna menertibkan rombong PKL, maupun perlengkapan berdagang pedangang yang berjualan di badan jalan, atas pembuangan air dan trotoar di Jalan Lambung Mangkurat, jalan Merdeka dan Jalan Gatot Subroto.

Hasilnya, puluhan rombong, meja, kursi, tenda dan kelengkapan berdagang lainya diamankan Satpol PP.

Selain mengganggu arus lalu lintas, keberadaan PKL juga dinilai membuat Samarinda tidak rapi dan terlihat kumuh.

Selain menegakan Perda No 19 tahun 2014 tentang Penataan dan Penertiban PKL, guna menata kota, dan menjaga Samarinda tetap rapi, serta nyaman, giat operasi penertiban itu juga dilakukan sebagai upaya mendukung Samarinda memperoleh piala Adipura 2018.

“Persiapan Adipura, jadi Samarinda mempersiapkan diri, selain itu ini kegiatan rutin Satpol PP, untuk menata kembali dan menertibkan PKL, agar jadi teratur,” ucap Kepala Satpol PP Kota Samarinda, AKBP Ruskan, Minggu (8/10/2017).

Guna para pedagang tidak kembali berjualan dibukan tempatnya, pihaknya akan menempatkan beberapa personel Satpol PP untuk mengawasi lokasi yang telah dilakukan penertiban.

Namun demikian, pihaknya tidak melarang pedagang berjualan di sepanjang Jalan Lambung Mangkurat, terlebih kawasan tersebut merupakan area wisata kuliner, yang menjadi salah satu andalan kota Tepian (sebutan Samarinda), untuk menarik wisatawan.

“Kita tidak melarang berjualan, hanya saja jangan jualan di badan jalan, atas parit dan trotoar. Kalau rapi, tertib dan bersih, tentu dapat membuat wisatawan nyawan, terlebih ini kan lokasi wisata,” urainya.

Nantinya, setiap pedagang yang terjaring operasi, akan di proses guna menjalani sidang tipiring, dengan sanksi maksimal kurungan selama 3 bulan dan denda senilai Rp 5 juta.

“Semoga vonis pengadilan dapat membuat warga sadar dan tidak berjualan di tempat yang dilarang,” ucapnya.

Selain itu, AKBP Ruskan juga mengimbau kepada pedagang, untuk menyiapkan tempat sampah, dan jika selesai berjualan, lapak maupun rombong jangan ditinggal di lokasi berjualan.

“Selesai jualan rombong, tendanya dibawa pulang, jangan ditinggal, kan jadi kumuh kalau ditinggal,” pesanya.

Pihaknya pun akan menertibkan lokasi lainya, seperti di jalan M Yamin, jalan Pramuka, dan lokasi lainya yang banyak pelanggaran.

(Sumber : kaltim.tribunnews.com)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *