Bukannya Dapat Udang, Lima Bocah Ini Justru Temukan Jasad Pria yang Sudah Membusuk

Lima bocah di Samarinda Seberang menemukan mayat pria, dalam kondisi sudah membusuk.

Penemuan mayat pria yang diketahui bernama Darwin (34), di Jalan Mangkupalas, RT 10, Samarinda Seberang, dirumah tua yang berada di pinggir Sungai Mahakam, Kamis (31/5/2018) sekitar pukul 16.00 Wita, membuat heboh warga sekitar.

Mayat pria yang diketahui tidak menetap tempat tinggalnya itu, ditemukan dalam kondisi tidak menggunakan pakaian.

Kondisi badannya sudah membengkak, mengeluarkan bau tidak sedap, serta dipenuhi belatung.

Niko Pramana Putra (14), salah satu anak yang menemukan mayat tersebut mengaku, saat itu dirinya dan teman-temannya tengah mencari udang di bawah kolong rumah tua itu.

Namun, bukannya mendapatkan udang, Niko malah mendapati belatung berjatuhan ke sungai.

Saat melihat ke atas rumah, dia malihat mayat yang tubuhnya sudah menghitam.

“Saya memang lihat seperti ada mayat, tapi saya ragu itu manusia atau kucing, lalu saya lapor sama orang didepan, saat dicek ternyata benar mayat manusia,” ungkapnya, Kamis (31/5/2018).

“Sebenarnya saya sudah cium bau busuk disekitar ini, sudah tiga harian, tapi tidak temukan asal bau, ternyata asalnya dari rumah tua ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 10, Hairin (41) menjelaskan, korban masih memiliki keluarga di Samarinda, namun korban diketahui kerap berpindah-pindah tempat tinggal.

“Pindah-pindah dia ini, tidak menetap tinggalnya, saya terakhir lihat dia ini Kamis (24/5/2018) lalu,” ucapnya.

Lanjut dia menjelaskan, diduga korban mengidap sakit maag akut yang menyebabkan korban tak terselamatkan.

“Setahu saya dia sakit maag, sering batuk-batuk juga, kayak apa tidak sakit maag, makanya mie instan terus,” tuturnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang, Iptu Dedi Setiawan menjelaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyabab korban meninggalkan dunia, karena saat ini masih dilakukan visum di RSUD AW Syahranie.

“Dari informasi yang kami terima, karena sakit. Tapi kita masih tunggu hasil visum. Diperkirakan sudah tiga harian korban meninggal,” terangnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *