Banjir di Sungai Dekat Gunung Slamet, Banyak Kendaraan Hanyut

LSM PELIK –┬áHujan yang mengguyur Gunung Slamet menyebabkan lima sungai di sekitarnya meluap. Akibatnya banjir menggenangi rumah warga serta sejumlah kendaran hanyut.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas Kusworo mengatakan terdapat lima kendaraan milik warga Baseh, Kecamatan Kedungbanteng yang terbawa arus air saat banjir.

“Saat warga sedang melaksanakan aktivitas penambang batu dan pasir dan ada yang sedang mencari rumput untuk ternaknya dipinggir sungai Logawa tiba-tiba datang banjir besar datang yang mengakibatkan warga tidak bisa menyalamatkan kendaraannya,” ujar Kusworo, Senin (16/10/2017).

Menurut dia, kendaraan yang hanyut tersebut diantaranya tiga sepeda motor, satu unit mobil dan satu unit truk yang masih tersangkut di bebatuan.

“Penanganan direncanakan besok karena kondisi tidak memungkinkan,” ucapnya.

Sementara menurut Koordinator Tagana Kabupaten Banyumas, Ady Chandra mengatakan banjir bandang mulai menerjang pemunkiman warga pada Minggu (15/10) pukul 17.30 hingga 19.00 WIB.

Selain di Kelurahan Kober, air sungai Banjaran juga masuk ke rumah warga di Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat yang mengakibatkan 5 rumah warga terdampak banjir.

“Air sungai Banjaran mulai naik dengan ketinggian 5 meter dan masuk ke rumah warga, melihat kejadian tersebut warga segera memindahkan barang-barang ke rumah saudara dan tetangga yang tidak terkena banjir, kemudian pada pukul 19.00 WIB air mulai surut dan warga yang rumahnya terkena banjir kembali ke rumahnya untuk mengecek rumah dan membersihkan rumah, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Sementara meluapnya kali Pelus di Kelurahan Mersi RT 01 RW 06 Kecamatan Purwokerto Timur menyebabkan tebing belakang rumah longsor dan penghuni rumah sudah diungsikan. Luapan sungai pelus juga mengakibatkan tiga kamar kos bagian belakang tergerus banjir di RT 4/2 Desa Dukuwaluh.

Dia juga mengimbau kepada warga yang berada di bantaran lima Sungai yang meluap yakni di sungai Prukut, sungai Mangaji, sungai Logawa, sungai Banjaran dan kali Pelus untuk meningkatkan kewaspadaan adanya potensi banjir bandang susulan.

“Banjir terjadi karena hujan deras dibagian Hulu Sungai, padahal Kota Purwokerto sehari tadi sampai sore tidak turun hujan,” ucapnya.

(Sumber : detik.com)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *