Api dari Kios Kosong, 11 Bangunan Jadi Arang

LSM PELIK – Penajam, Saat udara panas terik pada Sabtu (14/10) sekira pukul 13.00 Wita, si jago merah melumat sebelas bangunan  terdiri atas sembilan kios, satu rumah dan satu usaha salon di eks Pasar Lama, RT 9, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU).

Kebakaran itu membuat warga panik dan berbondong-bondong melakukan pemadaman mengunakan alat seadanya. Sebagian warga lainnya tampak sibuk menyelamatkan barang yang ada dalam kios. Bahkan warga yang tinggal di dekat tempat kejadian perkara (TKP) juga melakukan langkah antisipasi dengan menyelamatkan barang-berharga sebelum api menjalar.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan PPU mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran setelah mendapat informasi dari warga setempat. Amukan api berhasil ditanggulangi 1,5 jam kemudian dengan dibantu satu unit pemadam dari salah satu perusahaan swasta dan satu water canon milik Polres PPU plus satu unit pemadam milik Dinas Pertanian.

Tim pemadam sempat kewalahan menaklukkan kobaran api karena beberapa bangunan terbuat dari material kayu selain itu barang jualan milik korban dalam kios mudah terbakar.

Berdasarkan informasi dari sejumlah korban kebakaran, Kapolsek Penajam AKP Soleh mengungkapkan, sumber api bermula dari salah satu kios yang tak berpenghuni. Namun untuk sementara ini pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut. “Informasinya sumber api dari kios kosong. Penyebabnya masih kita dalami. Karena sampai sore ini (kemarin, Red) kita masih kesulitan meminta keterangan pemilik kios tersebut. Anggota kita masih mencari yang bersangkutan,” terang Soleh.

Ia memastikan, dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, hanya menimbulkan kerugian materi. “Kita belum bisa memastikan berapa besaran kerugian materinya. Karena kami bersama pihak terkait masih melakukan pendataan di TKP,” ujar kapolsek.

Di antara 11 bangunan yang terbakar terdiri atas sembilan kios dan dua unit rumah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, terdapat tujuh bangunan rusak parah atau rata dengan tanah, dua unit rusak sedang dan dua unit bangunan rusak ringan. “Ada 12 KK (kepala keluarga, Red) terdiri dari 30 orang korban kebakaran,” kata Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD PPU Nurlaila pada media ini.

BPBD telah mendirikan posko darurat untuk menampung korban kebakaran. Selain tempat pengungsian, Nurlaila menyatakan, BPBD telah menyiapkan dapur umum. “Kita susah menyiapkan kebutuhan dasar, seperti pemenuhan makanan dan minuman,” pungkasnya.

(Sumber : balikpapan.prokal.co)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *